Saan Dapat Penghargaan Charta Politika Award

Polkamnas
Rabu, 29 Februari 2012 | 07:02:05 WIB
Saan Dapat Penghargaan Charta Politika Award

ANTARA/ISMAR PATRIZKI

JAKARTA – Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa menerima penghargaan sebagai news maker untuk kategori politisi partai politik koalisi pemerintah dari Charta Politika, dalam acara Charta Politika Award di Gedung Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Selasa (28/2).

“Charta Politika Award adalah suatu ajang penghargaan yang diberikan kepada tokoh-tokoh politik yang aktif berdasarkan survei media massa yang kami lakukan,” papar Direktur Riset Charta Politika Yunarto Wijaya. Yunarto menjelaskan, Saan Mustopa mendapatkan penghargaan sebagai news maker dari kategori politisi propemerintah didasarkan pada frekuensi pernyataan dan tone (nada) pemberitaan.

“Dalam hal isu-isu politik yang strategis, Saan Mustopa selalu tampil di garda terdepan, baik itu mewakili Partai Demokrat ataupun koalisi pemerintah,” jelas Yunarto.

Pernyataan yang dibuat Saan juga cenderung jauh dari pernyataan-pernyataan kontroversial sehingga tone (nada) pemberitaan cenderung tetap positif ataupun netral dalam isu-isu yang ada. “Saan cenderung bisa bersikap proporsional menyikapi isu-isu yang kontroversial sekalipun,” tandasnya.

Selain Saan, Charta Politika juga memberikan lima kategori penghargaan lainnya. Mereka yang menerima penghargaan adalah Akbar Faisal (oposisi dari Partai Hanura), Febri Diansyah (aktivis antikorupsi/pengamat), Joko Widodo (kepala daerah), Dahlan Iskan (pejabat negara), dan Akbar Tandjung (Lifetime Achievement).

Dalam sambutannya, Saan mengatakan ada tantangan tersendiri sebagai politisi yang mewakili pemerintah dan sekaligus berada dalam koalisi besar. Sebagai politisi pemerintah, Saan dituntut harus bisa menjelaskan kebijakan dan capaian keberhasilan pemerintah, tapi di saat yang sama juga harus menjawab kritikan terhadap kebijakan pemerintah.

“Menjadi politisi yang tergabung dalam koalisi besar terkadang harus mampu mempersatukan pandangan dan sikap beda di antara anggota koalisi, menjadi suatu sikap bersama. Ini bukan suatu hal yang mudah,” ucap Saan.

Saan berpandangan, politik itu berbasis nilai dan ada dimensi ibadah. “Komitmen dan loyalitas terhadap nilai-nilai menjadi penting. Politik tanpa nilai adalah hampa. Politik tanpa loyalitas adalah semu,” tegasnya.

Selain itu, menurut Saan, sabar dan tahan godaan adalah tantangan menjalani aktivitas politik sehari-hari. “Politik bukan soal teknis, lobi, negosiasi dan kompromi saja. Tapi lebih dari itu, politik harus menjadi inspirasi dalam membangun peradaban agung dan bermartabat,” cetusnya. ags/Ant/P-4

http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/84777
 

Categories: NEWS | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: