Harga pilihan politik = indomie, sebungkus rokok, amplop serangan fajar

ketika penulis turun silaturahmi dengan beberapa warga, bahasa aspirasi yg kerap mengemuka ke permukaan adalah soal aspirasi apa yang akan diberikan “pa Dewan” atau calon legislatif terhadap mereka. Mereka tampak kadang terlihat pesimis, skeptis dan nampak lesu menyampaikan keluhan-keluhan dan berbagai kekurangan yang mereka rasakan selama hidup ini. Persoalan-persoalan hidup mereka seperti kesulitan mendapatkan uang, usaha yang lagi seret, biaya pendidikan yang mahal, ongkos transportasi yang terus naik, biaya kesehatan yang selangit, dan sedikitnya lapangan pekerjaan buat anak-anaknya. Mereka bertanya apa konsep yang hendak “dibawa” dan ditawarkan kepada masyarakat agar mereka tertarik dengan program2 yg ditawarkan seorang calon Legislatif? Aspirasi demikian selau muncul dimana-mana di setiap tempat, di setiap kesempatan dan tidak hanya menjadi isyu orang2 yang bernasib “kurang baik”. Pun demikian terjadi pada mereka yang bernasib “sedikit agak baik”. Persoalan-persoalan kemasyarakatan ini tentu saja tidak bisa diselesaikan sim salabim hanya dengan modal nekad atau modal “hero” seorang anggota legislatif. Seorang anggota legislatif harus melekat dengan dirinya adalah fungsi legislasi, fungsi membuat undang-undang atau peraturan daerah untuk membahas, melindungi dan mengatur tentang suatu hal yang bermanfaat bagi rakyat kecil. Dalam fungsi yang lain, yaitu fungsi Budgeting, seorang anggota dewan harus mampu memperjuangkan dan mengalokasikan sejumlah anggaran yang bisa diperjuangkan untuk kepentingan warga masyarakat yang diwakilinya. Tentu saja perjuangan ini membutuhkan kemampuan seorang dewan untuk menyampaikan di lembaga perwakilan tersebut di panitia anggaran. Fungsi lain yang melekat adalah fungsi controling seorang anggota dewan terhadap program2 pemerintah. Dengan banyaknya aspiras yang harus diperjuangkan seorang anggota dewan, maka pertanyaannya adalah apakah aspirasi2 tersebut dapat dicover/diselesaikan oleh lembaga perwakilan ditengah hiruk pikuk “tuduhan” bahwa lembaga perwakilan merupakan lembaga yang kental dengan perbuatan2 korupsi seperti halnya di lembaga pemerintahan. Persepsi ini tentu saja tidak lepas dari berbagai kasus yg mengemuka ke permukaan dan berita2 di televisi bannyaknya ditangkap para anggota dewan perwakilan atau pejabat negara/daerah yang terbukti/tersangka melakukan tindak pidana korupsi. Realitas ini menambah persepsi negatif masyarakat terhadap dunia politik dan para politisinya. Oleh karena itu salah satu gagasan penting bagaimana agar para politisi yang nanti terpiih menjadi calon anggota dewan tidak terjebak melakukan tindak pidana korupsi adalah bagaimana meminimalisir pendanaan pencalegan. Sudah menjadi rahasia umum, dibutuhkan dana pribadi untuk menyukseskan pencalegan tersebut. Hampir semua kegiatan yang dilakukan selama pencalegan membutukan dana yang tidak sedikit ditengah kurangnya peran pemerintah termasuk KPU di dalam “memasarkan” atau menawarkan profil seorang anggota legislatif. menurut hemat saya, media online atau media sosial seperti FB, twitter, WEB/blog, dan media 2 sosial lainnya bisa dipakai sebagai media alternatif untuk meminimalisir penggunaan dana promosi caleg. Pun demikian pemerintah bisa memberikan spot iklan gratis di media2 yg dipandang bisa diajak kerjasama untuk mensosialisasikan para caleg-caleg yang akan berlaga di pemilu 2014 nanti. Penggunaan media sosial bisa dipadukan dengan media radio/televisi untuk menampung pokok-pokok pikiran dan program atau gagasan-gagasan seorang caleg jima terpiih nanti sebagai anggota legislatif. ……

Categories: TESTIMONIAL | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: