Inspirasi Kemandirian seorang anak Piatu ….

Kasih sayang persaudaraan

Kasih sayang persaudaraan

DI SEBUAH desa yg saat lagi berkembang menjadi sebuah desa maju dan transisi dan berubah menjadi daerah industri baru, sebuah desa tampak mengalami kemajuan signifikan. Kemajuan secara ekonomi penduduk di desa ini ketika penduduknya banyak yg berubah profesi menjadi pengusaha/perajin produksi bata merah. Kemajuan lain yang terasa adalah pengaruh hadirnya beberapa pabrik tekstil yang menyediakan lapangan pekerjaan. Walau hanya dengan gaji UMR dibawah Rp 1jt per bulan, para pekerja khudsusnya kaum perempuan kemudian banyak yang mengandalkan hidupnya bekerja di perusahaan-perusahaan tekstil ini. Pengaruh industrialisasi dengan hadirnya berbagai perusahaan menghadirkan manusia-manusia urban yang datang dari daerah lain. Termasuk ketika kedatangan mereka kemudian menetap di daerah ini, terjadi saling kenal perempuan dan laki-laki yang sedang tumbuh mekar menjadi dewasa.
Adalah diceritakan seorang gadis pribumi yang berkenalan dengan laki-laki pendatang, sebut saja nama laki-laki tersebut adalah Dana, sedangkan gadir pribumi bernama Aisyah. Kedua remaja yang menginjak dewasa ini sepertinya tidak bisa menafikan saling jatuh cinta. Mereka pertama kali bertemu dan dipertemukan di tempat pekerjaan sebaga sama-sama karyawan perusahaan tekstil.
Singkat cerita perkenalan yang tidak begitu lama dan tingkat jatuh cinta mereka kemudian meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk segera menuju ke pelaminan. Walaupun pihak orang tua Aisyah tampak keberatan, terutama karena belum mengenal lebih dekat keluarga laki-laki Dana, mereka akhirnya tidak bisa menahan manakala Aisyah sudah terlalu jatuh cinta.
Lamaran dan agenda pernikahan pun segera direncanakan. Waktu yg ditunggu lamaran dan pernikahan akhirnya terjadi. Mereka menikah sederhana disaksikan kedua belah pihak keluarga masing-masing. Setelah menikah kedua pasangan suami isteri muda ini tampak bahagia.
Namun. dibalik kebahagiaan yang mereka rasakan sepertinya masih ada “ganjalan” sehubungan dengan kebiasaan dan sikap mertua Dana yang masih masih “menyembunyikan” ketidaksukaan terhadap Dana. Terutama, mulai dari masalah kecil, masalah kebiasaan pakaian, kebiasaan makan, kebiasaan bekerja dan kebiasaan disiplin untuk sholat tepat waktu.
Rupanya inilah rentetan soal-soal perbedaan yang kemudian menjadi “bom waktu” yang kemudian menimbulkan gesekan dan benturan antara mertua dan menantu. Puncaknya adalah ketika mertua Dana mulai berani memerintah dan mengatur hal-hal kecil yang berhubungan dengan kebiasaan Dana dalam hal apapun. Termasuk puncaknya ketika mertua Dana bicara agak keras agar Dana dapat melaksanakan sholat tepat waktu di mushola denkat rumah.
Sepertinya inilah puncak kekesalahan Dana, ditengah isterinya sedang Hami tua dan sebentar lagi akan melahirkan, Dana tidak kuat dan entah suara perintah darimana dia kemudian kabur dari rumah tanpa ada pemberitahuan kepada mertua dan isterinya sekalipun.
Singkat cerita, Aisyah tentu sedih dan sering melamun memikirkan masa depan keluarganya. Apalagi kondisi usia kandungan Aisyah kini sudah hampir berusia hampir 9 bulan.
Sampai akhirnya tiba waktu melahirkan di sebuah klinik, Aisyah melahirkan seorang bayi perempuan tanpa bisa ditungguin suami dan pihak keluarga suaminya. Sedih campur sakit hati perasaan seorang perempuan, Aisyah hanya bisa menangis dan sedih. Sejak melahirkan sampai anak perempuannya sampai anaknya sekolah dasar kelas 6, Aisyah terkena penyakit Jiwa akibat sering melamun dan kondisi psikologisnya terganggu. Sampai kemduian Penyakit sakit jiwa Aisyah sering kumat dan sering menyebut nama suaminya yang tidak kunjung datang menemui dirinya dan anaknya.
Ntah awalnya bagaimana, sampai kemudian terjadi peristiwa naas yang merenunggut nyawa Aisyah ketika sebuah kendaraan elf menabraknya disaat sedang duduk termenung di pinggir jalan utama. Yah …. Allah Swt rupanya mempunyai agenda lain ketika cobaan bertubi-tubi sudah dirasakan anak perempuan Aisyah yang bernama Nani. Sudah ibunya meninggal dunia, sakit jiwa kini beban kerinduan untuk mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya tidak pernah didapatkannya.

Miskin mau Sekolah

Miskin mau Sekolah

Sampai berita ini penulis ketik, kini Nani, tumbuh jadi gadis remaja yang hannya dirawat oleh kakeknya yang sudah uzur umurnya. Namun Allah Swt cukup adil, Nani cukup pintar dalam menjalani pendidikan. Di sekolahnya Nani selalu mendapatkan prestasi baik dan selalu mendapatkan beasiswa untuk membantu biaya pendidikannya. Terakhir berkat bantuan sebuah yayasan di kota Bandung, Nani mendapatkan bantuan dan santunan beasiswa dengan jumlah yang cukup besar setiap bulan cair. Allah cukup adil dengan nasib dan masa depan Nani. Semoga gadis Piatu bernama Nani, bisa tumbuh mekar menjadi gadis mandiri yang pintar dan bisa sukses dalam menapaki dunia pendidikannya. Amin ….. (Wd)

Categories: NEWS | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: