Signifikansi Konvensi Partai Demokrat Bagi Rakyat

Oleh : WAWAN DARMAWAN

 

Wawan Darmawan, Caleg DPRD Propinsi Jawa Barat Partai Demokrat No 4, Dapil Jabar IX (Sumedang-Majalengka-Subang), Penulis-Broker Property di Kota Bandung

Wawan Darmawan, Caleg DPRD Propinsi Jawa Barat Partai Demokrat No 4, Dapil Jabar IX (Sumedang-Majalengka-Subang), Penulis-Broker Property di Kota Bandung

DALAM sebuah kesempatan acara pertemuan kenegaraan konsultasi, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pernah menawarkan Ketua DPD RI Ketua DPD RI Irman Gusman ikut serta mengikuti Konvensi Pemilihan Presiden Partai Demokrat. Presiden SBY pun demikian menawarkan hal yang sama kepada berbagai tokoh lainnya yang berminat ikut serta dalam acara konvensi. Sampai artikel ini ditulis, Ketua DPD RI, akhirnya termasuk salah seorang peserta Konvensi Partai Demokrat yang berjumlah 11 orang peserta.

Pada prinsipnya keinginan mengadakan sebuah konvensi adalah dalam kerangka upaya menyerap aspirasi publik. Keinginan dan semangat melaksanakan konvensi ini tidak lepas dari keinginan bagaimana menselaraskan apa yang menjadi kepentingan elit politik partai politik bisa selaras dengan apa yang diinginkan masyarakat. Apa yang menjadi harapan masyarakat bisa diperjuangkan menjadi apa yang diinginkan para elit politik.

Semangat ini penting untuk terus menjadi pegangan kita. Jangan sampai sebuah keputusan politik yang menyangkut siapa yang akan memimpin negeri ini di masa depan, yang akan memimpin sebuah negeri dengan jumlah penduduk hampir 245jt orang hanya dihasilkan oleh kepentingan segelintir orang elit politik. Jangan sampai masyarakat diposisikan hanya sebagai subjek yang hanya difungsikan semata-mata memilih “menu calon presiden” yang sudah “diramu” oleh agenda kepentingan politik partai. 

Variabel keinginan masyarakat luas harus tetap menjadi referensi penting yang berpengaruh terhadap buah karya keputusan politik kelak di kemudian hari.Hal ini penting ditandaskan menjadi komitmen kita bersama agar kemudian eksistensi dan perjuangan politik sebuah partai politik benar-benar merupakan bagian aspirasi rakyat.

Dalam rencana konvensi, partai Demokrat harus menetapkan soal mekanisme konvensi yang benar-benar merepresentatifkan aspirasi masyarakat. Para prinsipnya mekanisme konvensi ini seyogianya melibatkan semua kader partai Demokrat, khususnya yang sudah mempunyai kartu tanda anggota (KTA) baik yang menjadi pengurus di seluruh tingkatan organisasi maupun yang bukan pengurus.

Bahkan ada sebuah masukan agar pelibatan publik dalam konvensi ini juga melibatkan berbagai unsur-unsur kelompok sosial atau organisasi masyarakat atau organisasi profesi di luar lingkungan struktur Parai Demokrat. Tentu saja pelibatan berbagai organisasi sosial dan profesi ini harus dilegalisasi sebagai pemilih (voter) yang disahkan lewat mekanisme yang diatur dan ditetapan. Hal ini dimaksudkan agar pelibatan dan kehendak publik dapat terpetakan dan terakomodasi secara jelas, dan berbuah menjadi dukungan politik terhadap partai Demokrat.

Soal rencana konvensi partai Demokrat, Arya Budi berpendapat bahwa konsepsi Konvensi kandidat (http://koran.tempo.co) disebutkan ada tiga jenis demokratisasi dalam seleksi kandidat, yaitu Pertama, partai politik menyelenggarakan pemilihan internal yang hanya bisa diikuti oleh anggota partai di seluruh daerah secara nasional. Kedua, adalah konvensi terbuka, yaitu partai politik menyelenggarakan pemilihan untuk menentukan kandidat yang akan diusungnya dengan tanpa harus melihat keanggotaan partai, dan ketiga, dengan melaksanakan konvensi-kongres, yaitu partai membuka proses pemilihan kandidat di dalam rapat umum partai.

Menurut Arya Budi model konvensi-kongres ada dua variasi yang bisa dilakukan, yaitu, pertama, semua anggota partai berhak hadir untuk memberikan suara dalam penentuan kandidat. Kedua, internal voter (anggota partai) hanya diwakili oleh delegasi atau selected voter seperti kantor cabang partai politik.

Sementara itu Direktur Lembaga Survei IndoBarometer, Muhammad Qodari memberikan beberapa catatan soal konvensi Partai Demokrat, yaitu, Pertama,bagaimana memilih seorang capres.   Seorang Capres menurut Qodari idealnya adalah seorang pemimpin yang memiliki tiga kriteria yakni integritas, kompetensi, dan populer. Kedua,bagaimana menentukan model konvensi. Qodari mengusulkan model konvensi yang ideal untuk Partai Demokrat adalah kombinasi antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, Partai Demokrat harus melakukan survei siapa tokoh yang diinginkan publik. Hasil survei urutan ketiga hingga kelima diambil menjadi calon presiden. Atau tetap memakai survei, tetapi siapa yang mendapat dukungan suara di atas 10-15 persen, merekalah yang diambil.

Pentingnya konvensi yang melibatkan publik adalah salah satu bagian untuk menjawab ketidakpuasan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik. Masyarakat diajak bicara dan merasa “ikut memiliki saham” dalam memperjuangkan pilihan politiknya lewat mekanisme konvensi. Situasi masyarakat yang jenuh dengan kondisi saat ini dan kerap “tidak puas” terhadap janji-janji elit politik membuat mereka menaruh harapan kosong terhadap elit politik.

Oleh karena itu, trend ke depan untuk mendorong calon presiden, proses pelibatan publik untuk ikut serta menetukan pilihan politik, apapun mekanismenya merupakan sebuah keniscayaan. Adalah proses konvensi yang akan dilakukan Partai Demokrat merupakan jawaban atas keniscayaan itu. Keniscayaan pendukungan pelibatan publik yang dilakukan Partai Demokrat tentu saja berjalan seiring dengan variabel hasil survai soal popularitas dan soal elektabilitas yang menyangkut kandidat yang akan diusung nanti.

Categories: ARTIKEL | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: