Pilih anti money politik dan anti Korupsi dengan memilih Caleg berkomitmen dan mempunyai Visi, misi dan program yang Jelas ….

Deni Bahtiar, Programmer dan bekerja di Perusahaan IT di Jakarta

Programmer dan bekerja di Perusahaan IT di Jakarta (Deni Bahtiar)

Wawan Darmawan, Caleg DPRD Propinsi Jawa Barat Partai Demokrat No 4, Dapil Jabar IX (Sumedang-Majalengka-Subang), Penulis-Broker Property di Kota Bandung

Caleg DPRD Propinsi Jawa Barat Partai Demokrat No 4, Wawan Darmawan, Dapil Jabar IX (Sumedang-Majalengka-Subang), Penulis-Broker Property di Kota Bandung

SETIAP masyarakat dipastikan setuju dengan upaya pemerintah SBY memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme. Pun, jika ditanya apakah masyatakat setuju dengan gerakan anti money politik. Bahkan, beberapa stasiun televisi acapkali terus menerus menyiarkan berbagai program talkshow dengan mengundang beberapa narasumber yang membicarakan soal money politik dan korupsi. Dua tema yang tidak habis-habis dibahas dan dikaji. Persoalannya adalah apakah gerakan anti money politik dan korupsi tersebut sejalan dengan realitas di lapangan?

Penulis beberapa kali melihat banner beberapa caleg dari partai tertentu yang membuat tagline iklan di bawah photonya dengan menyebutkan partai anti Korupsi, anti Maksiat, dan anti money politik. Banner-banner tersebut bertebaran di setiap pelosok jalan utama dan gang-gang yang penulis dapatkan disaat kunjungan ke beberapa lokasi. Tagline iklan tersebut rupanya tidak sejalan dengan fakta di lapangan manakala, disaat pemilihan bupati, justeru berbagai move gerakan money politik, bagi-bagi sembako dan amplop yang berisi uang dilakukan di malam hari atau menjelang pagi. Tak ayal modus serangan fajar dan money politik rupanya tidak bisa dilepaskan dari hingar bingar politik di negeri ini. Pun demikian masyarakat di bawah sepertinya sudah permisif menerima begitu saja dan bahkan ini dianggap sebagai rezeki pesta lima tahunan. Wajar jika beberapa caleg yang melakukan sosialisasi tanpa pembekalan logistik, selalu ditanya warga dengan pertanyaan, ” mas mana donk sembako yang akan dibagikan ? … kita tidak butuh soal visi dan misi to, kami butuh uang, sembako dan perbaikan-perbaikan jalan, mushola dan lain sebagainya ……

Bagi politisi, khususnya para incumbent mungkin saja logistik tersebut tidak menjadi masalah dan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Tetapi bagi teman-teman caleg yang mengandalkan idealisme dan murni perjuangan politik tanpa pembekalan logistik yang sepadan dengan kebutuhan fragmatis masyarakat, tentu saja hal demikian sangat memberatkan dan membebani. Lebih-lebih jika kemudian modus caleg dengan persiapan logistik yang cukup di kemudian hari menjadi alasan bagi caleg tersebut jika menjadi wakil rakyat untuk melakukan “balantik” dan memanfaatkan dana-dana aspirasi rakyat untuk kepentingan pribadinya. Semakin besar logistik yang dikeluarkan maka semakin besar dana yang harus dikembalikan disaat menjadi wakil rakyat.

Oleh karena itu, persoalannya adalah bagaimana masyarakat saat ini diberikan edukasi, pemahaman yang cerdas dan mengerti soal-soal demikian. Sehingga jika mereka sebenarnya termasuk menjadi bagian dari masyarakat yang tidak suka dengan korupsi dan money politik, justeru jangan memanfaatkan dan membebani caleg dengan logistik yang tidak signifikan bagi perubahan sosial masyarakat. Semakin kecil dana yang dikeluarkan untuk kebutuhan campaign, maka semakin kecil beban caleg untuk mengembalikan dana modal campaign. Pun demikian, jika terpilih nanti si wakil rakyat tersebut bisa fokus menjalankan program-program wakil rakyat dan bisa menyalurkan program dan dana-dana yang seharusnya diberikan kepada masyarakat.

Sekali lagi mari kita konsisten dengan ucapan dan keinginan untuk menjadikan politik ini bersih dari money politik dan menghindari korupsi anggaran si wakil rakyat dengan tidak membebani pilihan politik semata-mata karena adanya amplop dan bantuan logistik dari caleg-caleg yang sudah amat mapan secara ekonomi. Pilih caleg yang mempunyai visi, misi dan program yang baik serta mempunyai komitmen yang tulus bagi perbaikan kehidupan masyarakat. *** ( deni )

Categories: ARTIKEL | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: